MEMBANGUN KULTUR SEKOLAH (Menuju Pendidikan Berbasis Iman dan Takwa)
September 9, 2019
Kamaruddin Hasan

Metrics

  • Eye Icon 956 views
  • Download Icon 1727 downloads
Metrics Icon 956 views  //  1727 downloads
Abstract

Buku ini membahas kultur sekolah dengan satu tawaran yang jelas.
Bagaimana bila kultur sekolah dibagun dari landasan iman dan takwa, dengan
landasan tersebut sekolah akan menjadi “cahaya” menerangi kehidupan
seluruh yang ada di sekolah itu. Gagasan ini bukan gagasan yang baru, tetapi
selalu menarik untuk dikaji, halnya karena kultur sekolah berhubungan
langsung dengan kualitas pendidikan Indonesia secara umum. Memang dalam
beberapa tahun terakhir pembicaraan tentang kultur sekolah mulai menjadi
trend seiring penguatan pendidikan karakter di sekolah. Upaya ini oleh
pemerintah cukup dirasakan manfaatnya, bahkan diharapkan dapat menjadi
pola baru untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Upaya membangun kultur sekolah dengan iman dan takwa
sebagaimana ditawarkan penulis buku ini tidak terlepas dari kesadaran seluruh
pihak baik internal maupun ekternal sekolah. Secara garis besar, prosesnya
dapat melalui tahapan berikut; (1) Mengidentifikasi nilai-nilai dari sistem nilai
iman dan takwa, oleh unsur-unsur anggota komunitas sekolah (Kepala
Sekolah, komite sekolah, guru, peserta didik, pegawai sekolah) yang
disesuaikan dengan Rencana Strategis Pengembangan Sekolah. (2)
Membentuk komitmen bersama untuk mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut
dalam berpikir, bersikap, berucap dan bertindak se hari-hari di lingkungan
sekolah. (3) Mengaktualisasikan komitmen tersebut dalam bentuk penetapan
standar/kriteria/prosedur pelaksanaan tugas, proses pembelajaran, interaksi
kedinasan/pribadi, pelayanan internal/eksternal dan penataan lingkungan fisik
sekolah. (4) Mensosialisasikan standar/kriteria/prosedur tersebut secara terus
menerus dalam berbagai kegiatan dan media komunikasi yang ada di
lingkungan sekolah, yang mengarah pada pembiasaan kehidupan semua
anggota komunitas sekolah melalui proses internalisasi (penyerapan dan
pemaknaan dalam diri pribadi-pribadi) dan proses institusionalisasi
(pelembagaan) sehingga menjadi tradisi bersama, dan terakhir (5) Memelihara
dan mengembangkan tradisi yang terwujud.

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 956 views
  • Download Icon 1727 downloads
Metrics Icon 956 views  //  1727 downloads