WEBINAR PENELITIAN “PENULISAN PENELITIAN DAN SKRIPSI BERDASARKAN BUKU PEDOMAN”
September 30, 2020
Mukmin Muhammad

Metrics

  • Eye Icon 598 views
  • Download Icon 130 downloads
Metrics Icon 598 views  //  130 downloads
Abstract

Apakah yang dimaksud dengan ilmiah ? Dengan ilmiah
dimaksud menggunakan metode dan prinsip-prinsip science,
yaitu sistematis dan eksak, atau menggunakan metode
penelitian di mana suatu hipotesis, dites secara empiris. Science
selalu empiris, yaitu didasarkan atas data yang diperoleh melalui
observasi. Science bersifat sistematis dan mencoba melihat sejumlah
observasi yang kompleks dalam hubungan yang logis. Untuk melihat
keseluruhan dunia kenyataan science membentuk teori-teori yang
dapat memberi pegangan untuk memahami dunia sekitar. Science
itu obyektif, menjauhi aspek-aspek yang subyektif. Karena itu pula
kegiatan ilmiah itu sendiri tidak mencampurkannya dengan nilainilai
etis. Science tidak bertanya apakah obyek penelitian itu baik
atau buruk. Ilmu pengetahuan atau science hanya mencoba untuk
memahaminya dan menjelaskannya dengan meneliti prinsip-prinsip
dan hakikat obyek penyelidikannya.
Ada masalah pada waktu lampau di mana orang mengatakan
bahwa penelitian ilmiah, seperti yang dilakukan dalam ilmu-ilmu
pengetahuan alam, tidak dapat dilakukan terhadap gejala-gejala
social. Diaktakan bahwa kelakuan manusia senantiasa berubahubah,
sehingga terlampau kompleks sehingga sukar diklasifikasikan
secara ketat. Juga dianggap bahwa sukar diadakan pengamatan yang
obyektif tentang kelakuan manusia. Selain itu dianggap bahwa
manusia itu unik, lain daripada setiap manusia lainnya. Yang unik
2 Metode Penelitian Administrasi
memang tak dapat diramalkan kelakuannya. Akan tetapi setiap ilmu
menyempurnakan bahan penelitiannya. Kalau kita menghitung buah
mangga, kita anggap semua mangga sama, walaupun tak ada dua
mangga yang sama besar. Bukan hanya manusia yang kompleks, tiap
sel atau molekul pun mempunyai kompleksitas tersendiri.
Pada saat sekarang orang tidak lagi mempertentangkan metode
penelitian dalam ilmu pengetahuan alam dengan ilmu pengetahuan
alam dengan ilmu sosial. Ilmu-ilmu sosial juga mengembangkan
tehnik-tehnik kuantitatif, mencari alat-alat ukur yang makin tepat
dabn halus, mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori serta
hipotesisnya secara empiris. Akhirnya pada dasarnya tidak lagi dilihat
perbedaan dalam dasar-dasar penelitian ilmu sosial dengan ilmu-ilmu
lainnya.

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 598 views
  • Download Icon 130 downloads
Metrics Icon 598 views  //  130 downloads